oleh

Wisata Ziarah Makam Sunan Muria Kudus Jawa Tengah

-wisata-303 views

Kawasan Pantura merupakan kawasan yang dikenal sebagai berdirinya umat islam di jawa yang di prakarsai para wali. Salah satu kawasan tersebut adalah di kawasan kota Kudus. Bagi traveller, kota kudus memang di kenal dengan masjid menaranya. Akan tetapi di sebalah utara kota Kudus juga terdapat salah satu tempat wisata religi dari wali Allah yang turut menyebarkan agama Islam di tanah jawa yaitu komplek pemakaman Sunan Muria.

Makam sunan muria tidak seperti makam para wali lainnya, makam ini terletak di ketinggian 1600 mdpl tepatnya di Bukit Muria yang terletak di Desa Colo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Untuk menuju makan sunan muria traveller cukup melakukan perjalanan ke Kudus. Sebelum masjid Menara Kudus terdapat penunjuk jalan menuju Makan Sunan muria dan traveller bisa mengikuti petunjuk arah tersebut menuju gunung muria dimana komplek pemakaman Sunan Muria berada.

Setelah sampai di komplek makam,akan terlihat disekitar suasana pegunungan yang hijau dan ramainya para peziarah yang mengunjungi makaam ini. Dari loket masuk ada beberapa anak tangga yang harus di lewati untuk menuju ke komplek makam.

Pada bangunan makam yang terdapat di sebelah barat masjid tersebut mencakup beberapa makam kerabat sunan Muria termasuk Dewi Sujinah (istri sunan muria dan Dewi Rukayah (putrid dari sunan muria). Atap bangunan makan tersebut ditutup dengan sirap dan berupa tembok besar terbuat dari batu bata dan konstruksinya berupa Joglo dua susun.

Selain makan, traveller juga bisa mengunjungi masjid bersejarah. Masjid ini merupakan masjid kuno yang sudah mengalami perbaikan di tahun 1980. Masjid Sunan Muria mempunyai cirikhas masjid-masjid jawa lainnya. Seperti atap tumpang susun dan puncaknya terdapat mustoko. Pada masjid juga terdapat serambi yang terbuka.

Dari renovasi yang dilakukan tahun 1980 yang masih tersisa adalah mihrab. Ruang mihrab berbentuk motif arab dengan dua pilar diantaranya. Di Masjid ini juga terdapat Bedung yang  tergantung pada gawangan kayu dengan bermotif fauna berupa dua buah naga yang arah hadapnya berlawanan . Pada bagian atas naga terdapat empat ekor burung serta bagian bawahnya terdapat tulisan jawa dan arab yang penuh dengan nilai seni.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Informasi Lainnya