oleh

Wisata Fort Van den Bosch Ngawi Jawa Timur

-wisata-301 views

Peninggalan penjajah di Indonesia memang sangat banyak di Indonesia, hampir setiap kota-kota besar di Indonesia terdapat benteng baik itu peninggalan Portugis maupun Belanda. Benteng-benteng yang dulunya di kenal angker karena sudah lama ditinggalkan tersebut saat ini menjadi buruan para traveller, khususnya penyuka sejarah. Salah satu Benteng yang terletak di Ngawi dan cukup terkenal adalah Benteng Pendem.

Benteng Pendem mempunyai nama asli Benteng Fort Van Den Bosch yang memiliki ukuran bangunan 165 x 80 meter. Bangunan ini sangat luas dan berdiri di atas tanah 15 hektar. Untuk menuju Benteng Pendem, lokasinyapun sangat mudah di jangkau, karena terletak kurang lebih 1 kilometer arah timur laut dari Kantor Kabupaten Ngawi. Selain lokasinya yang sangat strategis. Benteng Pendem juga merupakan sudut pertemuan antara Sungai Bengawan Solo dan Sungai Madium dimana dulunya di unakan sebagai pusat perdagangan di abad 19.

Benteng Van Den Bosch yang baru dibuka pada tahun 2011 dan mulai di kenal public ini awalnya merupakan gudang penyimpanan senjata oleh Yon Armed 12 sejak 1962. Karena kondisinya yang sudah tidak kokoh lagi akhirnya gudang persenjataan milik TNI tersebut dipindahkan di Jalan Silinwangi, Kota Ngawi.

Pertama kali masuk di Benteng Pendem, traveller akan melihat dengan area lapangan yang sangat luas. Bagian kiri benteng terdapat bangunan kuno yang dulunya merupakan kantor. Bangunan yang tinggal separuh ini memang menyisakan sejarah jaman Belanda, termasuk salah satu pengikut dari Pangeran Diponegoro yand gi makamkan didalam Benteng tersebut yaitu K.H. Muhammad Nursalim dimana pada masa itu beliau di kubur hidup-hidup oleh tentara Belanda.

Di Area lapangan juga terdapat bekas sumur yang sudah ditimbun. Konon katanya, banyak warga pribumi yang disiksa dan mayatnya di buang di sumur ini. Saat masuk didalam, traveller juga akan meluhat sebuah bangunan yang atapnya sudah roboh atap ini hancur oleh serangan bom yang dilancarkan oleh pesawat militer Jepang pada masa Jepang akan menduduki Indonesia menggantikan Belanda.

Untuk itu traveller yang pergi kesini akan melihat suasana yang cukup horror, terlebih usianya yang sudah lebih dari satu abad, Sebagian tembok-tembok yang sangat kental dengan arsitektur belanda . Dinding yang terkelupas mencerminkan usianya, dan memang bangunan ini masih dan belum ada renovasi.

Foto Oleh : Kaskus

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Informasi Lainnya