oleh

UIN Suska Riau Serahkan Nasib UAS Kepada Kemenag

Ustaz Abdul Somad (UAS) sudah tiga kali tidak menghadiri pemanggilan dari pihak Universitas Islam Negeri – UIN  Suska Riau terkait surat pengunduran diri dari PNS dan dosen. Pihak kampus tempat dai kondang itupun mengambil sikap.

UIN Suska Riau Serahkan Nasib UAS Kepada Kemenag
UIN Suska Riau Serahkan Nasib UAS Kepada Kemenag

Rektor UIN Suska Riau, Akhmad Mujahidin mengatakan, pihaknya melaporkan ketidak hadiran UAS ke Kementerian Agama (Kemenag). Pihak universitas menyerahkan nasib dai warga Panam Pekanbaru ini ke Kemenag apakah menolak permintaan UAS atau mengabulkannya.

“Kita mengirimkan surat kepada Kemenag atas ketidak hadiran Abdul Somad Batubara untuk mengklarifikasi terkait pengunduran diri,” kata Akhmad Mujahidin, Jumat (15/11).

UIN Suska Riau Serahkan Nasib UAS Kepada Kemenag

Dalam surat tersebut, Akhmad menjelaskan bahwa surat pengunduran diri dari PNS dan dosen dibuat UAS pada 24 Juli 2019. Atas surat itu, pihak rekrorat UIN Suska Riau melayangkan surat penggilan kepada UAS sebanyak tiga kali yakni tanggal 16,23 dan 31 Oktober 2019. Namun dai sejuta viewer itu tidak hadir.

“Kami telah memproses secara kepegawaian yang mana Abdul Somad Batubara sudah tiga kali kita panggil. Namun yang bersangkutan tidak pernah datang,” imbuhnya.

Dengan sudah dilakukannya langkah terkait surat pengunduran diri dai yang hobi naik motor RX King ini, maka UIN meminta petunjuk dari Kementerian Agama. “Pihak Kementerian Agama kiranya dapat memberikan pertimbangan sebagai dasar pihak UIN Suska untuk mengambil sikap terkait pengunduran diri UAS,” imbuhnya.

Sementara itu, menurut Pengamat Kebijakan Publik Riau, Saiman Pakpahan tidak ada urgensi pihak UIN memanggil UAS. Menurutnya pihak UIN maupun Kemenag tinggal memprosesnya saja

“UAS kan sudah jelas mengajukan surat pengunduran diri tidak mengajar lagi. UAS sudah memberi alasan bahwa dia mundur karena kesibukan berdakwah. Itukan sudah jelas,” kata Saiman.

Baca Juga  Tips Kecantikan untuk Kulit dan Wajah

Dia mengatakan, kebijakan UIN Suska Riau memanggil UAS atas pengunduran diri tidak berdasar. Menurutnya, pemanggilan berkali-kali justru menimbulkan kesan seolah-olah UAS bersalah.

“Ada pemanggilan UAS berkali kali, seolah olah dia seperti bersalah saja. Ada kesan memang ada masalah dalam pengunduran diri UAS. Padahal kan tidak, UAS mundur baik baik, alasanya juga bisa diterima,” ujar Saiman yang juga Dosen di Fakultas Ilmu Politik (Fisipol) Universitas Riau.

Untuk itu, ia meminta UIN Suska Riau dan kementerian terkait tidak mempersulit pengunduran diri UAS. Menurutnya, pengunduran diri merupakan hak setiap orang, jadi harus dihormati.

“Surat dari UAS tinggal diproses saja. Tidak perlu ada surat pemanggilan. Karena memang kebijakan UIN memanggil UAS tidak tepat dan tidak berdasar,” katanya.

UAS sudah mengajar di UIN Suska selama 8 tahun. Dia merupakan dosen Ilmu Tafsir Quran dan Hadis Fakultas Ushuluddin. Belakangan UAS mengajukan mengundurkan diri tidak lama setelah pertemuannya dengan Prabowo Subianto saat Pilpres lalu yang menuai kontroversi. – DIlansir dari riauaktual.com

Tentang Kami : ID Optimis

Gambar Gravatar
Memberi informasi mengenai Informasi Kesewahat, Lifestyle, Tekno dan Berita yang lagi Viral Didalam maupun luar Negeri. Support iD-optimis agar terus memberi info yang bermanfaat.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed