sayuran penambah darah

Sayur & Buah Sebagai Sumber Makanan dan Obat Penambah Darah

Posted on

Anemia merupakan salah satu penyakit yang diakibatkan lurangnya sel darah merah pada tubuh. Banyak yang menyangka bahwa antara kekurangan darah merah dan menurunnya tekanan darah adalah hal yang sama. Namun, ternyata keduanya berbeda sehingga Anda harus lebih teliti lagi dalam melihat ciri-ciri anemia dan tekanan darah rendah.

Pada dasarnya, anemia disebabkan oleh kurangnya asupan nutrisi seperti vitamin B12, asam folat, vitamin C, dan juga sat besi sebagai pembentuk sel darah merah. Penyebab munculnya anemia pun beragam, yakni karena persalinan, kecelakaan, atau bahkan pecahnya pembuluh darah. Jika terjadi tanda-tanda anemia, baiknya untuk mengonsumsi makanan penambah darah.

Dari beberapa pilihan, Anda bisa memperbaiki jumlah darah merah pada tubuh dengan mengonsumsi beberapa jenis makanan. Jenis makanan penambah darah dalam tubuh adalah makanan yang mengandung zat besi tinggi. Secara umum, terdapat dua jenis zat besi yang harus diserap dalam tubuh manusia yakni heme dan non-heme.

Heme adalah jenis zat besi yang berasal dari hemoglobin. Heme bisa didapat dari makanan jenis hewani, seperti daging merah; daging unggas; dan ikan. Jenis daging merah yang bisa Adan konsumsi sebagai penambah darah dalam tubuh adalah daging kambing, daging sapi, dan hati. Sedangkan daging unggas yang baik untuk penambah darah adalah bebek dan ayam.

Lalu, heme hewani juga bisa Anda dapatkan dari jenis-jenis seafood seperti sarden, udang, ataupun tiram. Lalu, zat besi juga bisa berasal dari non-heme yang merupakan sumber zat besi berasal dari makanan jenis nabati seperti sayuran dan buah-buahan.

Buah Penambah Darah

Untuk memaksimalkan performa tubuh dengan jumlah kandungan darah yang stabil dalam tubuh, Anda membutuhkan makanan penambah darah yang berasal dari buah-buahan. Dari berbagai jenis buah-buahan ini, Anda bisa mendapatkan sumber zat besi non-heme yang mampu menyeimbangkan kadar darah dalam tubuh.

Berikut adalah beberapa jenis buah-buahan yang mampu membantu menaikan kadar darah dalam tubuh:

jambu biji1. Jambu Biji

Jenis buah pertama yang mampu menambah darah dalam tubuh adalah jambu biji. Jenis buah penambah darah yang satu ini memang sudah terkenal sebagai bauh yang emmiliki kandungan yang baik untuk penambah trombosit dan keeping darah.

Dalam setiap jambu biji terdapat vitamin C, vitamin B1, vitamin A, dan juga zat besi yang mampu membentuk hemoglobin. Tak jarang jambu biji menjadi salah satu bahan utama untuk obat penambah darah.

mangga2. Mangga

Jenis buah untuk penambah darah dalam tubuh lainnya adalah mangga. Jenis buah yang satu ini memiliki kandungan vitamin yang cukup lengkap yakni, Vitamin K, E, C, dan B. selain itu, dalam setiap buah mangga mengandung berbagai jenis mineral penting, yakni mangan; tembaga; zat besi; magnesium; dan kalsium.

 

jeruk3. Jeruk

Buah jeruk juga menjadi salah satu jenis buah penambah darah. Buah yang satu ini meman terkenal dengan kadungan vitamin Cnya. Selain itu, buah jeruk juga mengandung antioksidan dan berbagai macam mineral yang sangat cocok untuk membantu menambah kadar darah dalam tubuh. Beberapa jenis mineral yang terkandung dalam setiap buah jeruk adalah zat besi, kalsium, fosfor, tembaga, asam folat, dan vitamin B.

4. Aprikot

Aprikot yang merupakan buah yang serupa dengan kismis ini juga memiliki manfaat tinggi untuk menambah darah dalam tubuh. Jenis buah satu ini biasanya dikeringkan dan dijadikan manisan. Anda bisa mengonsumsi sekitar 100 gram aprikot kering setiap hari sebagai asupan penambah darah. Dalam setiap 100 gram aprikot kering terdapat sekitar 6.3 gram zat besi.

Baca Juga:  Ciri ciri Pria Mandul dan Cara Mengatasinya

kismis5. Kismis

Jenis buah untuk penambah darah yang satu ini biasa ditemukan sebagai pemanis kue. Ternyata, kismis juga bisa membantu menambahkan jumlah zat besi dalam darah sebagai salah satu obat penambah darah.

Sebagai pilihan terbaik, Anda bisa memilih kismis yang menggunakan buah anggur yang mengandung raisin atau plum yang mengandung prune sebagai bahan dasar. Dalam setiap 100 gram raisin, terdapat 3 mg zat besi. Sedangkan dalam setiap 100 gram prune, terdapat hanya 0.9 gram zat besi.

6. Kesemek

kesemekPernah melihat buah kesemek? Meskipun namanya terdengar lucu, ternyata buah yang satu ini sangat terkenal dengan sebutan makanan para dewa. Jenis buah yang satu ini berwarna oranye dengan tekstur yang sedikit padat dan juga renyah.

Kesemek sebagai buah penambah darah memiliki beberapa kandungan yang ampuh untuk penderita anemia. Dalam setiap buah kesemek terdapat vitamin C, antioksidan, dan nutrisi lainnya. Dalam setiap 100 gramnya, terdapat 2.5 mg zat besi sehingga mampu menjadi asupan tambahan sehari-hari bagi penderita anemia.

7. Mulberry

Jenis buah yang memiliki warna hitam, putih, dan merah ini termasuk jenis buah yang memiliki manfaat terbaik untuk kesehatan tubuh. Sebelumnya mungkin Anda pernah mendengar bahwa mulberry sangat bak untuk penderita diabetes. Faktanya, buah mulberry juga sangat baik untuk penderita anemia karena dalam setiap 100 gram mulberry terdapat sekitar 1.7 mg zat besi.

buah kurma8. Kurma

Buah yang terkenal dari Saudi Arabia ini ternyata termasuk dalam buah penambah darah. Dari beberapa penelitian menunjukan bahwa buah kurma memiliki nutrisi dan energi yang tinggi. Selain itu, buah kurma juga terbebas dari kandungan kolesterol dan kadar lemak tinggi.

Sebagai penambah darah, setiap 100 gram kurma memiliki sekitar 3 mg zat besi. Namun, untuk pengidap diabetes sangat tidak dianjurkan untuk mengonsumsi kurma karena kadar gulanya terlalu tinggi.

buah delima9. Delima

Dari beberapa jenis obat herbal, mungkin Anda akan paling banyak menemukan buah delima sebagai bahan dasarnya. Salah satu jenis obat herbal yang mengandung buah delima adalah jenis obat yang diperuntukan untuk penderita anemia.

Meskipun ukurannya sangat kecil, buah delima memiliki kandungan sekitar 0.3 mg zat besi dalam setiap 100 gramnya. Untuk itu, buah delima sangat direkomendasikan menjadi salah satu menu makanan penambah darah bagi Anda yang mengalami masalah anemia.

alpukat10. Alpukat

Alpukat merupakan jenis buah yang sangat mudah ditemukan. Biasanya alpukat akan diolah menjadi jus buah yang sangat segar. Jenis buah ini mengandung fosfor, kalsium, vitamin A, vitamin C, vitamin B1, dan juga zat besi.

11. Apel

Sama halnya dengan jenis buah lainnya, apel juga memiliki kandungan vitamin yang beragam. Dalam setiap buah apel terdapat kalsium, asam folat, fosfor, magnesium, kalium, vitamin A, vitamin C, vitamin B1;B2;B3;B5;B6, dan juga zat besi.

12. Terong Belanda

Salah satu jenis buah yang terkenal karena rasanya yang asam ini ternyata juga mampu mengatasi anemia dalam tubuh. Dalam setiap 100 gram terong belanda, terdapat sekitar 0.9 mg zat besi yang baik dikonsumsi sehari-hari untuk penderta anemia.

buah naga13. Buah Naga

Buah eksotis yang satu ini memiliki kandungan nutrisi yang sangat langka yang baik digunakan sebagai obat penambah darah. Dari beberapa nutrisi baik yang terkandung dalam buah naga, salah satunya adalah jumlah zat besi yang cukup tinggi.

Dengan mengosumsi baik buah naga merah, putih, ataupun kuning akan membantu penderita anemia untuk menstabilkan jumlah darah dalam tubuh.

Baca Juga:  Apa Itu Ejakulasi Dini dan Bagaimana Cara Mengatasinya?

obat penambah darah

Sayuran Penambah Darah

Selain jenis buah-buahan, Anda juga bisa menemukan sumber zat besi sebagai penambah darah dalam tubuh dalam berbagai jenis sayuran. Ada beberapa jenis sayuran yang mampu membantu mengatasi masalah anemia. Berikut adalah beberapa jenis sayuran yang dapat diolah menjadi sumber makanan atau obat penambah darah:

kacang kedelai1. Kacang Kedelai

Jenis pilihan sayuran penambah darah yang pertama adalah kacang kedelai. Seperti yang diketahui bahwa kacang-kacangan memiliki vitamin dan zat besi yang sangat baik untuk tubuh. Dari seluruh jenis kacang-kacangan, kacang kedelai merupakan jenis kacang yang memiliki zat besi tertinggi.

Selain itu, dalam setiap kacang kedelai mengandung protein yang tinggi dan rendah lemak. Di sisi lain, kacang kedelai juga mengandung asam fitat yang membantu menghambat penyerapan zat besi dalam saluran pencernaan.

Untuk mengurangi resiko ini, Anda bisa merendam kacang kedelai dengan air hangat terlebih dahulu selama kurang lebih 24 jam sehingga kandungan asam fitat akan berkurang sebelum diolah sebagai asupan makanan.

2. Bayam

bayamSayuran hijau memang terkenal akan manfaatnya untuk kesehatan tubuh, salah satunya adalah bayam. Tidak hanya mampu menambah tenaga untuk tubuh, ternyata bayam juga kaya akan zat besi yang baik untuk penderita anemia.

Bahkan bayam telah menjadi sayuran pilihan nomor 1 yang disarankan langsung oleh para ahli untuk penderita anemia yang vegetarian. Cara pengolahan dari jenis sayuran ini pun cukup mudah, yakni menjadi sayur bening atau tumis.

sayur brokoli3. Brokoli

Selain bayam, sayuran penambah darah lainnya yakni brokoli. Jenis sayuran yang satu ini sangat membantu mengisi persediaan za besi dan asam folat dalam tubuh.

Namun, untuk pengolahannya pastikan tidak mengolahnya terlalu matang karena akan mengurangi kandungan zat besi di dalamnya.

buncis4. Buncis

Untuk makanan penambah darah, Anda juga bisa mengonsumsi buncis yang kaya akan sam folat. Dengan kandungannya yang tinggi akan asam folat ini akan membantu tubuh untuk meproduksi lebih banyak sel darah merah.

Direkomendasikan untuk mengonsumsi buncis secara mentah karena pengolahan akan mengurangi kandungan di dalamnya. Sebagai alternatif lain, Anda bisa mengolahnya terlebih dahulu namun jangan dibiarkan terlalu matang.

kangkung5. Kangkung

Masih dari jenis sayuran hijau, Anda bisa mengandalkan kangkung sebagai makanan atau obat penambah darah. Jenis sayuran ini juga sangat terkenal dengan kandungan zat besi yang tinggi.

Menariknya, tidak hanya daunnya yang bermanfaat untuk tubuh tetapi hampir seluruh bagian pada kangkung memiliki zat besi dalam jumlah yang banyak. Selain itu, kangkung juga mengandung beberapa jenis vitamin, seperti vitamin A, B, dan C yang baik untuk kebutuhan nutrisi dalam tubuh.

kembang kol6. Kembang Kol

Kembang kol merupakan salah satu jenis sayuran yang dapat membantu meregenerasikan sel darah merah dalam tubuh. Selain mudah ditemukan, kembang kol juga sangat mudah diolah sebagai makanan penambah darah dalam tubuh. Dalam setiap kembang kol terdapat kalium, protein, niasin,kalsium, thamine, dan juga zat besi.

7. Sawi Hijau

Sawi hijau sebagai salah satu jenis sayuran hijau juga memiliki kandungan zat besi yang cukup tinggi. Selain itu, sawi hijau memiliki beberapa nutrisi yang tekandung di dalamnya, seperti vitamin C, vitamin B, dan vitamin A.

Tidak sampai disitu, sawi hijau juga mengandung berbagai jenis mineral. Magnesium, potassium, dan juga kalium yang terkandung salam sawi hijau sangat baik dikonsumsi untuk ibu hamil yang memiliki riwayat penyakit anemia.

jagung

8. Jagung

Jagung terkenal sebagai sumber karbohidrat selain nasi dan kentang. Sebagai sumber makanan penambah darah dalam tubuh, jagung mennadung tembaga dan zat besi yang cukup tinggi. Selain mudah ditemukan, jagung juga sangat mudah untuk diolah mejadi berbagai jenis sajian.

Baca Juga:  Penyebab, Obat dan Cara Mengobati Bintitan dengan Efektif

Dengan kandungan nutrisi seperti vitamin A dan vitamin C, Anda bisa menambahkan jagung ke dalam sajian sayur asem, perkedel, bubur, dan lainnya.

9. Katuk

Sebagian dari Anda sudah sangat mengenal daun katuk sebagai salah satu sumber makanan yang baik untuk ibu hamil. Tidak hanya itu, ternyata daun katuk juga menjadi salah satu sumber makanan untuk penderita anemia. Tak hanya itu, kandungan fosfornya juga akan membantu memperbaiki pertumbuhan tulang Anda.

tomat10. Tomat

Bagi Anda yang gemar memasak, mungkin sudah sangat sering bertemu dengan jenis sayuran yang satu ini. Tomat biasanya dijadikan sebagai bahan pelengkap sebagai berbagai macam masakan. Bahkan tomat juga biasa diolah menjadi minuman yang menyegarkan.

Seperti yang diketahui, tomat memiliki manfaat yang sangat baik untuk kesehatan tubuh. Dalam setiap cangkir tomat, terdapat sekitar 3.39 mg zat besi yang sangat baik digunakan sebagai obat penambah darah. Selain itu, tomat juga ampuh menjadi salah satu obat awet muda dengan kandungan antioksidannya yang sangat tinggi.

11. Kulit Kentang

kulit kentangUntuk membantu menangani masalah anemia, Anda bisa mengandalkan kulit kentang. Tidak hanya daging kentang yang memiliki manfaat untuk kesehatan tubuh, ternyata bagian kulit dari kentang bisa dimanfaatkan sebagai obat penambah darah.

Faktanya, kulit kentang memiliki sumber zat besi yang lebih tinggi dibandingkan dengan daging kentangnya sendiri. Jadi, bagi Anda yang memiliki masalah anemia sebaiknya tidak langsung membuang kulit kentang saat mengolahnya.

Penelitan telah membuktikan bahwa, kulit kentang memiliki kandungan zat besi 5 kali lebih tiinggi dari jumlah zat besi dalam daging kentang. Sebelum mengolahnya menjadi sumber asupan zat besi yang baik untuk penderita anemia, pastikan Anda telah mencucinya hingga bersih.

kacang merah12. Kacang Merah

Sebagai bentuk pencegahan anemia, Anda bisa mengonsumsi kacang merah yang mengandung sumber zat besi tinggi. Kacang merah akan membantu menormalkan darah Anda. Konsumsilah kacang merah secara rutin, maka secara perlahan kadar darah dalam tubuh akan kembali stabil.

13. Kacang Hijau

kacang hijauMasih dari jenis kacang-kacangan, kacang hijau bisa menjadi salah satu asupan sayuran penambah darah yang membantu menyeimbangkan kadar darah dalam tubuh. Kacang hijau sendiri memiliki jumlah nutrisi baik dan mineral yang sangat baik untuk tubuh.

Asam folat, vitamin B, dan zat besi merupakan nutrisi yang mampu membantu pembentukan sel darah merah dalam tubuh. Anda bisa mengonsumsi air rebusan kacang hijau secara rutin dalam waktu 2 kali sehari. Campurkan 400 cc air matang dan 1 cangkir kacang hijau yang sudah dibersihkan, lalu rebus hingga tersisa 100 cc.

Selain konsumsi makanan yang baik untuk penambah darah, ada baiknya Anda juga menambah nutrisi dengan mengonsumsi obat penambah darah. Dengan demikian, kondisi darah dalam tubuh Anda akan stabil.

Untuk jenis obat, sudah ada berbagai obat yang mampu mengatasi masalah anemia yang telah tersedia di apotek. Anda bisa memilih untuk jenis kapsul atau sirup. Fungsi dari keduanya pun tidak jauh berbeda.

(Visited 12 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *