cara mengatasi darah rendah

Penyebab, Gejala dan Ciri-Ciri Darah Rendah

Posted on

Apakah Anda sering merasa lemas, lesu, dan pusing saat tengah beraktivitas? Nah, Anda mungkin mengalami salah satu gejala darah rendah atau hipotensi.

Pada dasarnya, tekanan darah rendah tidak akan terlalu menyebabkan masalah. Namun pada beberapa kasus, tekanan darah yang terlalu rendah dapat menyebabkan seseorang merasa pusing dan dapat pingsan sewaktu-waktu sehingga mungkin saja perlu obat tekanan darah rendah, sesuai dengan resep dokter tentunya.

Untuk berjaga-jaga apabila Anda mengalami hal yang sama, sebaiknya Anda mempelajari lebih lanjut apa itu penyakit tekanan darah rendah, penyebab, gejala, dan cara mengatasi darah rendah dengan baik. Cek detailnya di bawah ini!

Apa Itu Penyakit Darah Rendah?

gejala darah rendahTekanan darah rendah atau secara medis disebut dengan hipotensi merupakan keadaan dimana tekanan darah di tubuh berada di angka yang rendah.

Tes tensi darah rendah adalah cara yang pada umumnya digunakan secara medis untuk mengetahui tekanan darah seseorang sedang rendah, normal, atau tinggi.

Pada kondisi normal, tensi seseorang akan menunjukkan angka dikisaran angka 90/60 sampai dengan 120/90. Sedangkan, tensi darah rendah akan menunjukkan angka kurang dari 90/60atau dibaca 90 mm Hg per 60 mm Hg.

Ketika tes dilakukan, akan muncul dua angka pada alat tes tensi darah rendah ini, contohnya 90/60. Angka pertama yaitu angka yang muncul di bagian atas akan menunjukkan tekanan sistolik.

Tekanan sistolik merupakan tekanan pada arteri yang terjadi ketika jantung berdetak dan diisi oleh darah yang masuk. Lalu, ada angka kedua yang muncul di bagian bawah akan menunjukkan tekanan diastolic.

Tekanan diastolik merupakan tekanan pada arteri yang terjadi ketika ada jeda di setiap detakan jantung.

Apa Saja Gejala dan Ciri-Ciri Darah Rendah?

Biasanya, seseorang yang menderita tekanan darah rendah akan mengalami beberapa ciri-ciri seperti:

  • Pusing, muncul dikarenakan tekanan darah turun secara tiba-tiba sehingga otak kekurangan suplai darah.
  • Pandangan kabur
  • Kelelahan
  • Konsentrasi berkurang
  • Mual
  • Pingsan

penyebab darah rendah

Pada kondisi tubuh yang sehat, tekanan darah yang rendah tanpa diikuti ciri-ciri darah rendah di atas, maka biasanya tidak terlalu menimbulkan permasalahan kesehatan, bahkan tidak perlu pengobatan sama sekali.

Akan tetapi, bagi mereka yang memang sudah mengalami gangguan kesehatan yang menyebabkan darah rendah, maka diperlukan penanganan lebih lanjut. Jika tidak, maka tekanan darah rendah akan menyebabkan permasalahan fatal karena akan terjadi keterhambatan aliran darah menuju jantung, otak, dan organ vital lainnya.

Jika organ tubuh tersebut mengalami gangguan aliran darah, maka akan terjadi disfungsi tubuh yang mengarah pada penyakit yang lebih serius. Biasanya, hal tersebut akan diikuti dengan gejala darah rendah seperti:

  • Kedinginan, kulit pucat, tangan dan kaki menjadi lembab dan basah
  • Detak jantung menjadi lemah dan kemudian cepat
  • Nafas menjadi cepat dan sulit
  • Kebingungan (biasanya dialami oleh usia lanjut)

Apa Saja Penyebab Darah Rendah?

Terdapat berbagai hal yang dapat menyebabkan seseorang menderita tekanan darah rendah, mulai dari faktor internal hingga eksternal. Berikut adalah beberapa faktor yang bisa menjadi penyebab darah rendah, meliputi:

kehamilanKehamilan

Wanita yang sedang hamil pada umumnya sangat rentan mengalami tekanan darah rendah. Hal ini dikarenakan sistem peredaran darah mereka akan mengalami perluasan selama masa kehamilan, sehingga tekanan darah akan cenderung menurun.

Pada dasarnya, hal ini merupakan kejadian yang normal pada setiap ibu hamil. Biasanya, tekanan darah mereka akan kembali normal lagi setelah melahirkan. Namun, ibu hamil perlu tetap menjaga kesehatannya agar kondisi ketika tekanan darah mereka rendah tidak akan mengganggu kesehatan sang bayi.

Dehidrasi

dehidrasiKondisi ketika seseorang mengalami dehidrasi juga bisa mempengaruhi tekanan darah.Dehidrasi ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor seperti kehilangan cairan dikarenakan berkeringat berlebih saat cuaca panas atau setelah berolahraga berat.

Badan panas, muntah-muntah atau diare juga bisa menyebabkan seseorang mengalami dehidrasi. Ketika dehidrasi, tubuh akan kehilangan pasokan cairan di dalam tubuh sehingga tekanan darah menjadi rendah.

Seseorang yang mengalami dehidrasi biasanya akan merasa lemas, pusing, dan mudah kelelahan.

Kekurangan nutrisi tubuh

Apabila tubuh kekurangan nutrisi tertentu khususnya vitamin B-12 dan asam folat, maka tubuh akan lambat dalam memproduksi sel darah merah yang cukup, sehingga menjadi penyebab darah rendah.

Kehilangan banyak darah

Seseorang yang mengalami kehilangan banyak darah baik dikarenakan luka luar atau dalam yang parah sangat dimungkinkan akan mengalami tekanan darah rendah. Hal ini tentu saja karena darah yang keluar tersebut menyebabkan tubuh menjadi kekurangan pasokan darah.

Baca Juga:  Obat Untuk Gusi Bengkak: Medis dan Tradisional

tensi darah rendah

Anemia

Anemia merupakan keadaan dimana angka hemoglobin atau sel darah merah di dalam tubuh seseorang berada di bawah angka normal, atau sering disebut kekurangan darah. Ketika tubuh kekurangan darah, maka secara otomatis tubuh akan mengalami tekanan darah yang sangat rendah pula, penyebab darah rendah yang banyak dialami banyak orang.

Gangguan pada jantung

Jantung merupakan organ utama dalam mengatur aliran darah di dalam tubuh. Apabila terjadi permasalahan terhadap jantung, maka tentu saja akan menyebabkan gangguan terhadap tekanan darah. Beberapa kondisi jantung meliputi detak jantung yang sangat lemah (bradikardia), masalah katup jantung, serangan jantung, dan gagal jantung, biasanya akan diikuti dengan tekanan darah rendah.

Gangguan kelenjar endokrin

Gangguan pada kondisi kelenjar tiroid seperti hipoglikemia atau gula darah rendah, penyakit paratiroid, penyakit Addision atau kurangnya kelenjar adrenal, dan dalam beberapa kasus meliputi diabetes juga dapat memicu tekanan darah pada tubuh menjadi rendah.

Infeksi akut (septicemia)

Infeksi pada tubuh yang masuk ke dalam aliran darah dapat menurunkan tekanan darah. Hal ini bisa sangat berbahaya karena tekanan bisa menjadi sangat turun yang berakibat pada septic-shock.

Reaksi alergi akut (anafilaksis)

Reaksi bisa disebabkan oleh berbagai macam faktor seperti makanan, serangga, getah, maupun obat-obatan tertentu. Apabila reaksi alergi yang muncul menjadi sangat parah bahkan sampai membahayakan nyawa seseorang, biasanya menimbulkan gejala seperti gatal, ruam,  gangguan pernafasan, tenggorokan bengkak, dan penurunan tekanan darah.

obat tekanan darah rendah
Pengobatan dan/atau penggunaan obat tertentu

Jika Anda sedang di tengah-tengah pengobatan, Anda mungkin bisa mengecek bahwa obat-obatan tertentu memang dapat menyebabkan terjadinya penurunan tekanan darah. Obat-obatan tersebut meliputi:

  • Diuretik, meliputi furosemide (Lasix) dan hidroklorotiazid (Microzide dan Oretic) merupakan obat-obatan yang digunakan untuk pengobatan menurunkan tekanan darah.
  • Alpha blockers, seperti prazosin (Minipress) dan labetalol merupakan obat-obatan biasanya dikonsumsi oleh mereka yang menderita hipertensi atau tekanan darah tinggi serta gangguan kelenjar prostat, sehingga digunakan untuk menurunkan tekanan darah.
  • Beta blockers, seperti atenolol (Tenormin), timolol, dan propranolol (Inderal, Innopran XL) merupakan obat-obatan yang digunakan untuk mengobati gangguan pada jantung.
  • Obat penyakit Parkison seperti pramipexole (Mirapex) dan yang mengandung levodopa.
  • Obat-obatan antidepresan seperti imipramine (Tofranil), protriptyline (Vivactil), trimipramine (Surmontil), termasuk doxepin (Silenor).

Biasanya, seseorang yang menerima salah satu pengobatan di atas, dokter akan terus memantau dosis pemberian obat disesuaikan dengan tekanan darah, terutama bagi mereka yang sangat beresiko menderita tekanan darah rendah.

cara mengatasi darah rendah

Jenis-Jenis Darah Rendah

Ada beberapa kategori yang digunakan oleh ahli kesehatan dalam melihat jenis-jenis tekanan darah rendah berdasarkan penyebab dan faktor-faktor lainnya.

1. Postural atau orthostatic hypotension

Postural atau orthostatic hypotension merupakan tekanan darah yang tiba-tiba menurun secara mendadak.Hal ini biasanya terjadi ketika seseorang tiba-tiba berdiri dari posisi tidur atau duduk.

Tekanan darah akan turun dikarenakan gravitasi menyebabkan darah berkumpul di kaki saat berdiri. Pada kondisi normal, tubuh akan segera menyesuaikan dengan cara meningkatkan detak jantung dan menyempitkan pembuluh darah, sehingga darah akan mengalir ke otak dengan lebih lancar.

Akan tetapi, mereka yang mengalami orthostatic hypotension biasanya tidak menjalani mekanisme tubuh tersebut dengan baik sehingga akan merasakan pusing, kepala berputar-putar, pandangan kabur, bahkan beberapa yang parah bisa pingsan.

2. Postprandial hypotension

Postprandial hypotension merupakan keadaan ketika tubuh tiba-tiba mengalami penurunan tekanan darah rendah setelah makan. Setelah makan, darah akan mengalir menuju saluran pencernaan.

Tubuh yang normal akan secara otomatis meningkatkan detak jantung dan menyempitkan pembuluh darah untuk menormalkan tekanan darah. Tetapi, mereka yang menderita postprandial hypotension tidak menjalani mekanisme tubuh yang sama sehingga akan merasa pusing, pingsan, dan jatuh.

Biasanya, orang dewasa dan lansia yang sering mengalami hal ini, terutama mereka yang menderita hipertensi atau gangguan sistem saraf seperti penyakit Parkinson.

3. Neutrally mediated hypotension

Neutrally mediated hypotension merupakan tekanan darah rendah yang diakibatkan penangkapan sinyal yang keliru oleh otak.Hal ini terjadi dikarenakan salah komunikasi antara jantung dan otak.

Biasanya, tipe tekanan darah rendah ini terjadi apabila seseorang berdiri terlalu lama yang kebanyakan dialami remaja dan anak-anak.

4. Sindrom Shy-Drager

Sindrom Shy-Drager merupakan gangguan sistem saraf yang salah satu dampaknya adalah menyebabkan penurunan tekanan darah.Gangguan ini biasanya terjadi karena beberapa sistem tubuh berhenti tumbuh disertai dengan orhostatic hypotension.

Baca Juga:  Tekanan Darah Rendah; Pengertian, Penyebab & Cara Mengobati

Hal ini menyebabkan kerusakan secara bertahap pada sistem saraf otonom yang berfungsi untuk mengontrol fungsi otomatis pada tubuh seperti tekanan darah, detak jantung, nafas, dan proses mencerna makanan. Akan tetapi, kasus ini jarang terjadi.

cara mengobati darah rendah

Faktor-Faktor yang Mendorong Peningkatan Resiko Darah Rendah

Membaca jenis-jenis tekanan darah rendah di atas, bisa dikatakan bahwa darah rendah bisa menyerang siapapun. Meskipun demikian, ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kerentanan seseorang untuk mengalami tekanan darah rendah.

Usia

Orang dewasa yang berusia lebih dari 65 tahun pada umumnya lebih rentan mengalami penurunan tekanan darah saat hendak berdiri atau setelah makan. Sedangkan, mereka yang berusia muda seperti remaja dan anak-anak lebih sering menderita neurally mediated hypotension dikarenakan berdiri di satu tempat terlalu lama.

Pengobatan

Seperti telah disebutkan sebelumnya bahwa ada beberapa obat yang memang menyebabkan penurunan tekanan darah.Seseorang yang meminum obat-obatan seperti alpha blockers memiliki resiko lebih tinggi terhadap darah rendah.

Penyakit tertentu

Seseorang yang menderita penyakit diabetes, Parkinson, dan beberapa gangguan jantung memiliki resiko darah rendah yang lebih tinggi, dibandingkan penderita penyakit lain.

pengobatan di rumah

Tips  Cara Mengatasi Darah Rendah dari Rumah

Pada banyak kasus, seseorang yang menderita tekanan darah rendah kronis dapat mengatasi penyakit ini hanya dengan mengubah pola makan dan gaya hidup. Terdapat beberapa cara mengobati darah rendah yang akan disarankan oleh dokter, tentu saja, menyesuaikan dengan gejala darah rendah yang dialami, meliputi:

  1. Berhati-hati ketika hendak bangun dari tidur atau duduk. Sebelum berdiri, pastikan untuk menggerak-gerakkan kaki dan pergelangan kaki Anda untuk membantu memperlancar aliran darah. Jika Anda dari posisi tidur, duduklah sebentar selama beberapa menit sebelum berdiri. Bangun dan berdirilah secara perlahan, jangan mendadak atau terburu-buru.
  2. Mengatur pola maka dengan mengonsumsi lebih banyak makanan untuk darah rendah, meliputi makanan yang kaya akan garam dan kurangi karbohidrat. Jika Anda kurang suka makanan yang terlalu asin, Anda bisa mencoba untuk menggunakan kecap atau bumbu campuran sup kering sebagai pelengkap makanan utama. Selain itu, Anda perlu memperbanyak konsumsi makanan yang sehat seperti buah-buahan, sayuran, gandum, ikan, dan daging ayam tanpa lemak seperti bagian dada. Kurangi mengonsumsi makanan yang tinggi karbohidrat seperti nasi, kentang, pasta, dan roti.
  3. Atur cara makan untuk menghindari penurunan tekanan darah setelah makan. Saat makan, usahakan makan dengan porsi kecil, namun dengan frekuensi yang sering, salah satu cara mengatasi darah rendah yang efektif.
  4. Lebih banyak meminum air putih, terutama ketika cuaca sedang panas, setelah banyak berkeringat, dan sakit flu atau batuk.
  5. Sangat disarankan untuk mengurangi bahkan menghindari minuman beralkohol. Hal ini dikarenakan alkohol menyebabkan dehidrasi dan menurunkan tekanan darah, walaupun diminum dalam takaran yang kecil.
  6. Rutin berolahraga agar aliran darah di dalam tubuh menjadi lebih lancar. Anda bisa mulai dari olahraga ringan seperti berjalan-jalan selama 15-30 menit di pagi hari. Namun, hindari berolahraga berat yang membuat tubuh terlalu lelah seperti maraton, angkat beban atau sejenisnya.
  7. Saat tidur, Anda bisa menambah ketinggian kasur di bagian kepala dengan menambahkan pengganjal di bawahnya seperti menggunakan blok kayu.
  8. Jangan terlalu sering berdiri diam di satu tempat dalam waktu yang lama. Usahakan ketika Anda harus berdiri lama, gerakkan kaki sebisa dan sesering mungkin.
  9. Hindari untuk terlalu lama berendam di dalam air panas saat di pemandian air panas atau spa. Jika Anda mulai merasa pusing, duduklah sebentar. Jika perlu, Anda bisa menggunakan kursi atau penyangga apapun dengan kaki anti-slip ketika mandi shower.

Mendiagnosa Tekanan Darah Rendah

Jika langkah-langkah di atas tidak berhasil, maka berkonsultasilah dengan dokter untuk memeriksa kondisi tekanan darah Anda.Dokter akan menanyakan gejala-gejala darah rendah apa yang sering Anda rasakan dan berusaha menganalisa penyebabnya.

Dokter akan mengecek usia, riwayat kesehatan, gejala yang terjadi, dan kondisi ketika gejala terjadi. Tes fisik biasanya akan dilakukan dengan cara berulang kali mengecek tekanan darah dan detak jantung Anda. Atau, dokter juga akan menyuruh Anda untuk tiduran sampai beberapa menit kemudian berdiri secara mendadak dan perlahan. Diagnosa yang mungkin akan dilakukan, meliputi:

Tes darah

unit tekananDokter mungkin akan melakukan tes darah untuk mengetes apakah Anda menderita anemia atau gangguan lainnya terkait tekanan darah Anda.Informasi dari tes darah juga dapat digunakan untuk mendiagnosa apakah Anda menderita tekanan gula rendah (hipoglikemia) atau tekanan gula tinggi (hiperglikemia).

Baca Juga:  Yuk Kenali Manfaat Infused Water Lemon!

Elektrokardiogram (EKG)

EKG atau ECG merupakan tes yang dilakukan untuk mendiagnosa fungsi jantung. Tes ini dilakukan dengan cara menempelkan bantalan atau elektroda ke bagian dada, lengan, dan kaki dengan menggunakan lem khusus sembari pasien berbaring.

Elektroda yang ditempelkan tersebut akan mendeteksi sinyal elektrik dari jantung dan mengirimkannya ke mesin EKG dalam bentuk grafik di layar atau dicetak di atas kertas.

EKG akan membantu untuk mendeteksi ketidaksesuaian ritme jantung, ketidaknormalan struktural di jantung, dan permasalahan terkait suplai darah dan oksigen ke dalam jantung yang menyebabkan penurunan tekanan darah. Alat ini biasanya juga dapat mendeteksi apakah seseorang menderita serangan jantung atau pernah mengalaminya sebelumnya.

Ekokardiogram

Dibandingkan tes sinar X biasa, ekokardiogram menghasilkan pencitraan sonogram jantung relatif lebih rinci. Tes ini dilakukan dengan cara mengirim ultrasound ke bagian dada untuk memperlihatkan gambar kondisi jantung secara lebih detail meliputi struktur dan fungsinya.

Ketika gelombang ultrasound dikirimkan, gema yang dihasilkan akan dicatat oleh mesin transducer yang dipegang oleh dokter dari luar tubuh pasien.

Komputer nantinya akan menggunakan informasi dari transducer untuk menciptakan gambar bergerak pada monitor. Sama seperti EKG, alat ini juga digunakan untuk mendiagnosa apakah penurunan tekanan darah ada hubungannya dengan gangguan jantung.

tes lariTes latihan stress

Pada beberapa kasus gangguan jantung, penyebab tekanan darah rendah dapat didiagnosa dengan lebih mudah ketika jantung berdetak lebih kencang. Untuk meningkatkan detak jantung, biasanya pasien akan disuruh untuk berjalan di atas treadmill atau melakukan aktivitas fisik lainnya.

Bila kondisi tubuh tidak memungkinkan pasien untuk melakukan aktivitas fisik, maka dokter akan menggunakan obat untuk meningkatkan detak jantung.

Ketika jantung berdetak lebih cepat, aktivitas jantung serta tekanan darah akan dimonitor dengan alat elektrokardiografis atau ekokardiografis.

Valsava maneuver

Valsava maneuver merupakan tes yang dilakukan untuk mendiagnosa kondisi sistem saraf otonomi pernafasan. Pasien biasanya akan diminta untuk mengambil nafas panjang kemudian menutup hidung diikuti dengan membuangnya lewat mulut.

Hal ini dilakukan seperti ketika Anda hendak meniup balon. Setelah melakukan beberapa kali langkah tersebut, dokter akan menganalisa detak jantung dan tekanan darah.

Tes kemiringan tegak lurus

Bagi pasien yang menderita orthostatic hypotention, tes kemiringan tegak lurus atau tilt table tes dilakukan untuk melihat perbedaan tekanan ketika Anda berbaring dan berdiri. Dokter akan melihat bagaimana tubuh Anda bereaksi ketika terjadi perubahan pada posisi tubuh.

mengobati darah rendah

Cara Mengobati Darah Rendah

Selanjutnya, dokter mungkin akan memberikan resep obat tekanan darah rendah, namun tetap menyesuaikan dengan kondisi tubuh Anda. Berikut adalah beberapa obat yang biasa digunakan dalam cara mengobati darah rendah.

1. Fludrocortisone

Hampir sebagian besar jenis tekanan darah rendah menggunakan pengobatan dengan fludrocortisone. Obat tekanan darah rendah ini bekerja dengan cara meningkatkan penyimpanan sodium oleh ginjal yang menyebabkan peningkatan cairan dan beberapa bengkak yang berfungsi meningkatkan tekanan darah.

Akan tetapi, penyimpanan sodium ini bisa menyebabkan tubuh kekurangan potasium. Jadi, biasanya dokter akan menyarankan untuk meningkatkan konsumsi makanan yang mengandung potasium ketika meminum obat ini.

2. Midodrine

Midodrine bekerja dengan cara mengaktifkan reseptor pada arteri dan vena kecil agar terjadi peningkatan tekanan darah. Biasanya, seseorang yang menderita postural hypotension yang berkaitan dengan disfungsi sistem syaraf akan diresepkan dokter untuk meminum obat tekanan darah rendah ini.

Pelajari gejala dan ciri-ciri darah rendah di atas agar Anda bisa mengecek kondisi Anda pribadi. Jika gejala darah rendah masih awal dan tidak parah, Anda bisa mencegahkan dengan melakukan langkah-langkah mengatasi darah rendah tersebut.

Dan apabila kondisi sudah semakin parah termasuk pingsan, segera berkonsultasi ke dokter. Ingat, konsumsi obat untuk peningkat tekanan darah rendah hanya jika dokter meresepkannya.

(Visited 18 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *