fungsi sel darah putih

Sel Darah Putih – Fungsi & Bahaya Sel Darah Putih Tinggi

Posted on

Leukosit atau sel darah putih dalam tubuh manusia terdiri dari 5 jenis, yaitu neutrofil, limfosit, monosit, eosinofil, dan basofil. 5 jenis sel tersebut jumlahnya berbeda-beda dan memiliki tugas masing-masing untuk kekebalan tubuh.

Jumlah leukosit memang dapat berubah-ubah tergantung kondisi tubuh, namun jika sel darah putih tinggi melebihi batas normal justru dapat berbahaya bagi tubuh sama seperti jika sel kurang dari normal. Jumlah leukosit dalam keadaan normal yakni antara 6.000 hingga 10.000 sel per satuan mikroliter.

Jumlah dan Fungsi Sel Darah Putih untuk Kekebalan Tubuh

Leukosit hanya sekitar 1% dari keseluruhan jumlah darah dalam tubuh manusia. Sel terbagi dalam 5 jenis sel yang jumlahnya berbeda-beda, dengan setengahnya atau 50% lebih adalah neutrofil dan yang paling sedikit hanya 1% leukosit adalah sel basofil. Lebih lengkapnya simak penjelasan berikut ini.

Neutrofil

kekurangan sel darah putihJenis sel ini adalah yang paling banyak jumlahnya antara 50% hingga 60% dan termasuk dalam kelompok granulosit serta mempunyai 3 inti sel di dalamnya. Sel neutrofil diproduksi di sumsum tulang yang setiap harinya bisa menghasilkan neutrofil hingga 100 miliar sel.

Sel yang dihasilkan memiliki ukuran sekitar 8 mm dengan masa hidup sel antara 6 sampai 20 jam. Neutrofil merupakan sel pertama yang melawan saat ada virus atau benda asing yang membahayakan tubuh.

Fungsi sel ini adalah melawan mikroba atau sebagai antibodi, dengan cara mengepung bakteri atau virus dan kemudian melepaskan zat untuk menghancurkan bakteri tersebut sehingga tidak menginfeksi tubuh.

Limfosit

Di dalam sel terdapat 20% sampai dengan 25% limfosit. Jenis sel ini diproduksi di limfa dan sumsum tulang manusia yang 1 kubiknya menghasilkan sekitar 8000 sel. Fungsi sel darah putih yang berbentuk oval atau bulat ini adalah menghancurkan sel kanker.

Sel berinti satu tersebut juga berfungsi menjadi antibodi dengan menghasilkan zat kimia yang dapat menghancurkan patogen atau benda asing yang berbahaya bagi tubuh.

Saat tubuh terinfeksi kanker maka jumlah leukosit tinggi karena harus bekerja ekstra menghadang sel penyebab kanker agar tidak tumbuh dan berkembang. Selain menghancurkan patogen, limfosit juga berfungsi melindungi sel tubuh yang normal. Sel leukosit ini mempunyai warna biru dan tidak dapat berpindah-pindah ke jaringan tubuh lain.

penelitianEosinofil

Sekitar 7% sel darah putih merupakan sel monosit yang diproduksi oleh sumsum tulang. Sel yang memiliki masa hidup sekitar 8 hingga 12 hari ini bertugas untuk melawan parasit dalam tubuh.

Baca Juga:  Penyebab, Gejala dan Ciri-Ciri Darah Rendah

Eosinofil juga merupakan antibodi dengan kemampuannya menghancurkan sel yang membahayakan atau antigen antibodi. Fungsi sel darah putih ini adalah mencegah alergi dan juga menghancurkan parasit dalam jaringan tubuh.

Sel darah putih yang termasuk granulosit tersebut mempunyai kemampuan menghasilkan zat kimia untuk pertahanan tubuh. Di dalam eosinofil terdapat zat kimia antara lain seperti lipase, histamin, asam amino, ribonuklease, deoksribouklase, dan eosinofil peroksidase.

Sel ini mempunyai sifat asam dan juga bersifat fagosit. Sel darah yang memiliki inti sel di bagian tengah tersebut mempunyai ukuran sekitar 9 mm dengan bentuk seperti bola. Warna sel eosinofil adalah merah dengan granula yang padat dan sedikit kasar.

Monosit

1% sampai 10% monosit terdapat dalam sel darah putih dengan jumlahnya sekitar 300 hingga 500 mikroliter. Sel ini dihasilkan di sumsum tulang sebelum menyebar ke jaringan tubuh dan berubah menjadi mikrofag yang berfungsi sebagai pertahanan tubuh.

Sel yang dapat bermigrasi ini mempunyai fungsi untuk merangsang sel lain yang menjadi antibodi. Fungsi lainnya meliputi sebagai penghancur sel-sel berbahaya dan menghancurkan sel penyebab kanker.

Monosit juga bertugas sebagai pembersih fagositosis yang disisakan oleh neutrofil setelah menghancurkan sel berbahaya. Monosit dapat menghancurkan bakteri yang masuk ke dalam sel tubuh dengan cara memakan bakteri tersebut, bahkan dengan ukuran bakteri yang lebih besar dari sel monositnya.

Pada beberapa penyakit seperti mononucleosis, infeksiosa, dan herpes zoster, jumlah monosit akan diproduksi lebih banyak.

Basofil

Sel darah putih memiliki kurang dari 1% nya sel basofil yang diproduksi di bagian sumsum tulang. Kondisi basofil atau leukosit tinggi bisa menjadi indikasi bahwa jumlah alergi dalam tubuh banyak. Sel yang memiliki bentuk seperti huruf U ini bisa berpindah-pindah ke jaringan tubuh lain.

Fungsi basofil adalah memberi reaksi alergi dan antigen dengan membuat peradangan. Fungsi lain dari sel darah putih ini juga mencegah darah menggumpal di pembuluh darah. Sifat sel basofit yaitu basa dan merupakan sel fagosit. Sel yang mempunyai ukutan sekitar 12 hingga 15 mikrometer ini mempunyai permukaan yang berbintik-bintik. Jenis leukosit ini umumnya berwarna biru dengan granula yang kasar.

Basofilia atau keadaan basofil yang banyak merupakan indikasi bahwa di dalam tubuh terdapat alergen yang banyak. Basofil memiliki zat kimia berupa histamin yang menjadi alat untuk mempertahankan sel tubuh dari virus dan bakteri atau alergen lainnya. Pada saat basofil mengeluarkan histamin biasanya akan dibarengi dengan pembesaran
pembuluh darah.

Baca Juga:  Cara Menyembuhkan Gusi Bengkak Alami dan Terbukti Ampuh

tes leukosit

Kelebihan dan Kekurangan Sel Darah Putih

Sel darah putih sangat penting sebagai benteng tubuh dalam menghadang bakteri atau virus yang dapat membuat inflamasi dalam tubuh. Namun jumlahnya harus dalam batasan, karena terlalu banyak atau sedikit justru dapat melemahkan sistem pertahanan tubuh dalam melawan infeksi. Berikut adalah bahaya jika tubuh memiliki leukosit lebih atau pun tubuh yang mengalami kekurangan sel darah putih.

Bahaya Sel Darah Putih tinggi

leukositPenyebab sel darah putih tinggi dalam tubuh manusia dapat disebabkan oleh banyak faktor, seperti adanya alergi dalam tubuh, gangguan produksi karena masalah sumsum tulang, dan bisa juga karena obat-obatan yang meningkatkan produksi leukosit.

Masuknya benda asing dalam jaringan tubuh akan meningkatkan jumlah produksi sel darah putih. Hal tersebut karena sel darah putih membutuhkan jumlah yang lebih banyak untuk menghancurkan bakteri atau sel berbahaya dalam tubuh.

Saat bekerja menghancurkan sel berbahaya produksi sel darah putih bisa meningkat hingga 10 kali lipat dari normal. Seperti pada kasus leukemia, tubuh dapat menghasilkan leukosit hingga 50.000 sel per mikro liter.

Kondisi tersebut justru dapat membahayakan tubuh karena kualitas yang menurun. Kekurangan sel darah putih atau pun kelebihan  produksi sel darah putih dapat mempengaruhi kemampuan leukosit dalam mencegah penyakit yang menyerang sel tubuh.

Pada penderita kanker darah atau leukemia mempunyai jumlah leukosit yang terlalu banyak dengan kualitas yang lebih rendah dan fungsi sel darah putih yang tidak dapat bekerja dengan normal. Hal tersebut dapat membuat penderita leukemia lebih rentan terserang penyakit karena daya tahan tubuh yang melemah.

Bahaya Kekurangan Sel Darah Putih

hasil tesSelain leukosit tinggi, terdapat pula kondisi tubuh yang mengalami kekurangan jumlah leukosit. Kondisi tubuh yang terlalu sedikit sel darah putihnya disebut dengan leukopenia.

Penyebab kondisi tersebut bisa dari berbagai faktor, mulai dari masalah keturunan hingga faktor lain. Orang yang mempunyai riwayat keluarga leukopenia kemungkinan juga mempunyai potensi mengalami hal yang sama.

Kelainan yang berasal dari bawaan tersebut dapat berupa berkurangnya fungsi sumsum tulang yang membuat tubuh mengalami kekurangan sel darah putih. Penyebab lainnya adalah adanya infeksi yang mengganggu kerja sumsum tulang dalam menghasilkan leukosit.

Kanker dan penyakit yang merusak sumsum tulang juga bisa membuat tubuh mengalami penurunan produksi sel. Faktor lain yang mengurangi produksi leukosit adalah masalah pada organ limfa yang merupakan tempat untuk menghasilkan sel darah putih limfosit.

Baca Juga:  Gejala, Penyebab Lemah Syahwat dan Pengobatannya

Produksi hormon tiroid dalam tubuh yang berlebihan juga salah satu penyebab tubuh mengalami kekurangan leukosit. Penggunaan obat-obatan yang mempunyai efek menghancurkan sel darah putih juga bisa berpengaruh terhadap jumlah leukosit dalam tubuh.

Sama seperti leukosit tinggi, kekurangan leukosit juga mempunyai bahaya untuk kesehatan tubuh. Memiliki jumlah leukosit yang terlalu rendah dapat membuat tubuh lebih mudah terinfeksi penyakit. Tubuh juga lebih sulit dan lambat dalam proses penyembuhan penyakit.

Cara Mengatasi Jumlah Leukosit Yang Tidak Normal

Fungsi sel darah putih dapat lebih optimal saat kondisinya berada dalam jumlah normal. Kelebihan dan kekurangan leukosit justru akan berbalik menyerang tubuh dengan melemahnya fungsi leukosit dalam menangkal infeksi virus atau pun bakteri.

Pada tubuh yang kekurangan leukosit dapat diperbaiki dengan mengonsumsi makanan yang bisa membantu produksi leukosit. Makanan yang bisa dipilih untuk memperbaiki produksi leukosit secara alami, salah satunya adalah buah pepaya.

Buah manis berwarna orange tersebut tinggi vitamin A serta membantu tubuh meningkatkan produksi sel limfosit. Perbanyak asupan vitamin dan mineral dapat menjadi cara alami untuk mengatasi kekurangan leukosit. Buah lain yang dapat membantu peningkatan produksi sel adalah buah delima. Orang yang mengalami kekurangan leukosit juga dapat mencoba mengonsumsi yogurt secara rutin untuk memperbaiki jumlah sel dalam tubuh.

Bakteri baik yang terdapat dalam yogurt berkhasiat untuk membantu tubuh lebih banyak menghasilkan leukosit, sehingga sistem kekebalan tubuhnya dapat lebih kuat. Untuk penderita leukosit tinggi seperti pasien kanker darah atau leukemia penanganannya adalah melalui tindakan medis.

Melakukan pengobatan dan mengikuti anjuran yang diberikan oleh dokter. Orang yang memiliki jumlah leukosit melebihi normal biasanya akan melakukan serangkaian tes, seperti tes darah lengkap untuk mengetahui seberapa parah kondisinya.

Itulah beberapa informasi seputar leukosit. Kondisi tubuh dengan sel darah putih tinggi atau pun yang kekurangan menjadi ancaman bagi sistem imun untuk melindungi tubuh dari berbagai penyakit. Untuk itulah gaya hidup sehat dapat dipilih sebagai pencegahan masalah tersebut.

(Visited 418 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *