menstruasi

Mengenali Fase Menstruasi Pada Siklus Menstruasi Normal

Posted on

Haid atau menstruasi adalah kondisi wajar yang lazim dialami setiap wanita di masa subur. Meskipun kondisi ini sudah dialami sejak usia remaja nyatanya masih banyak wanita yang belum memahami apa yang terjadi pada tubuh mereka selama masa menstruasi. Intinya masih banyak yang tidak peduli terkait siklus menstruasi yang sebenarnya penting untuk dipelajari.

Sejatinya siklus menstruasi adalah perubahan pada bagian organ reproduksi pada tubuh wanita. Menstruasi terjadi karena lapisan endometrium atau dinding rahim yang menebal kemudian luruh akibat tidak terjadinya pembuahan sel telur. Rata-rata siklus menstruasi normal adalah 28 hari, hanya saja setiap wanita memiliki siklus berbeda-beda yaitu antara 23-35 hari.

Pada prinsipnya fase menstruasi diatur oleh 5 hormon penting dalam tubuh yaitu Hormon Estrogen, Hormon Progesteron, Hormon Pelepas Gonadotropin (Gonadotrophin-releasing hormone), Hormon Pelutein (Luteinizing Hormone) dan Hormon Perangsang Folikel (Follicle Stimulating Hormone).

Fase Menstruasi Normal

Fase haid atau menstruasi dibagi menjadi 3 fase utama yaitu Menstruasi (fase pertama), Pra-ovulasi dan Ovulasi (fase kedua) dan Pra Menstruasi (fase ketiga). Berikut penjelasannya:

MenstruasiĀ  (Fase Pertama)

Hari pertama menstruasi juga merupakan hari pertama siklus menstruasi, ini terjadi sekitar 3-7 hari. pada fase ini seluruh lapisan dinding rahim luruh berubah menjadi darah menstruasi dengan volume 30-49 ml pada masing-masing siklus. Hari pertama biasanya diikuti rasa sakit akibat otot-otot rahim yang mengalami kontraksi.

Lapisan dinding rahim yang luruh disebabkan kadar hormon estrogen dan progesterone mengalami penurunan, sebaliknya meningkatkan hormon perangsang folikel. Folikel kemudian berkembang dan memproduksi kantong indung telur pada ovarium.

Sejumlah folikel yang berkembang hanya satu yang terus berkembang untuk kemudian membentuk estrogen. Maka dengan berkembangnya folikel maka dengan sendirinya hormon estrogen akan meningkat sedikit demi sedikit.

fase menstruasi

Pra-ovulasi dan Ovulasi (Fase Kedua)

Fase kedua adalah fase pra-ovulasi dan ovulasi. Pada fase ini lapisan dinding rahim yang luruh akan sedikit menebal kembali. Di fase ini lapisan dinding rahim sangat tipis sehingga sangat mudah dilewati sperma untuk kemudian bertahan hingga 3-5 hari. Adapun proses penebalan dinding rahim disebabkan hormon estrogen yang diproduksi oleh hormon perangsang folikel.

Fase ovolusi wanita tidak sama satu sama lain. Mungkin secara normal mungkin ovulasi terjadi pada ke-14 pasca siklus pertama namun hal tersebut tidak bisa dijadikan patokan. Jadi masa ovulasi tergantung dari siklus menstruasi masing-masing.

Jika menjadwalkan punya anak sebaiknya wanita melakukan hubungan intimĀ  di masa pro-ovulasi dan ovulasi atau masa subur. Di masa subur sperma sanggup bertahan selama 3 sampai 5 hari.

Pra Menstruasi (Fase Ketiga)

Fase menstruasi yang ketiga disebut pra-menstruasi. Masuk fase ini lapisan dinding rahim semakin tebal. Kondisi ini dipicu oleh hormon folikel yang pecah kemudian mengeluarkan sel telur lalu membentuk korpus luteum. Hormon progesterone sendiri diproduksi oleh korpus luteum sehingga lapisan dinding rahim makin menebal.

Gejala Pre-menstruation Syndrome (PMS)

Akibat tidak adanya pembuahan dimasa pra-ovulasi dan ovulasi sering menyebabkan wanita mengalami Pre-menstruation Syndrome (PMS). Gejala ini biasanya ditandai perubahan mood atau suasana hati dan emoasi yang sangat sensitif. Dari sisi fisik juga muncul gejala seperti kembung, mudah lelah, pusing dan nyeri di bagian payudara.

Pada fase haid dengan gejala PMS produksi hormon progesterone terhenti akibat korpus luteum yang berdegenerasi. Jadi menurunnya kadar hormon estrogen dan hormon progesterone akibat tidak adanya pembuahan membuat lapisan dinding yang menebal luruh dan menjadi darah menstruasi.

(Visited 9 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *