gejala tipes pada anak

Ciri-ciri dan Gejala Tipes Pada Anak & Orang Dewasa

Ciri Ciri Tipes & Gejala Tipes – Demam tifoid atau yang sering disebut juga dengan tipes merupakan suatu penyakit yang disebabkan karena adanya infeksi oleh suatu bakteri Salmonella typhi dan biasanya dapat menyebar baik itu melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi oleh bakteri tersebut.

Biasanya penyakit ini dapat dengan mudah menular, oleh sebab itu jika terdapat orang yang menderita penyakit ini harus segera ditangani dengan secepatnya. Penyakit ini juga dapat menyerang siapa saja baik itu anak-anak ataupun orang dewasa.

Penyakit tipes dapat terjadi ketika seseorang ada yang mengkonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi baik sejumlah kecil mengandung bakteri. Penyakit ini masih merupakan penyakit endemic di Indonesia karena penyakit masih cukup banyak terjadi di Negara berkembang.

Penyebab Gejala Tipes

bakteriSanitasi yang buruk dapat menjadi salah satu dari penyebab utama terjadinya gejala tipes ini. Misalnya saja makanan dicuci dengan menggunakan air yang telah terkontaminasi sehingga bakteri dapat langsung menyebar dalam saluran pencernaan. Bakteri ini juga dapat menular dengan siapa saja yang menyentuh, mengolah, atau memakan makanan dalam piring tersebut.

Biasanya tipes akan terjadi 7-14 hari ketika telah terserang bakteri, tetapi pada umumnya bakteri yang menyerang tubuh akan lebih cepat sampai 3-4 hari. Sehingga orang yang sudah terkontaminasi akan dengan cepat terinfeksi.

Situasi seperti mengkonsumsi makanan seafood dari air yang telah terkontaminasi urin dan tinja yang terinfeksi, mengonsumsi sayuran yang menggunakan pupuk dari kotoran manusia yang terinfeksi, mengonsumsi produk susu yang terkontaminasi, menggunakan toilet yang terkontaminasi bakteri jika menyentuh mulut sebelum mencuci tangan setelah buang air besar.

Selain itu kemungkinan kekebalan tubuh yang kurang juga dapat menjadi penyebab lainnya, terutama pada anak-anak. Berikut ini terdapat beberapa gejala tipes.

Beberapa Gejala Penyakit Tipes

Gejala tipes ini pada umumnya akan muncul pada 1 minggu sampai dengan 3 minggu setelah tubuh tersebut terinfeksi.

  • Demam tinggi. Demam ini dapat meningkat secara bertahap mulai dari minggu pertama, hal yang perlu diingat untuk membedakan demam biasa dan tipes ini adalah orang yang terjangkit penyakit tipes ini akan mulai meninggi pada malam hari.
  • Otot akan terasa sakit
  • Kelelahan dan merasa lemas
  • Sakit kepala
  • Berkeringat
  • Batuk kering
  • Kehilangan nafsu makan
  • Penurunan berat badan
  • Jika gejala tipes pada anak biasanya sering mengalami diare sedangkan gejala tipes pada orang dewasa biasanya lebih mengalami konstipasi atau susah buang air besar
  • Adanya ruam pada kulit berupa bintik kecil merah muda

ciri ciri gejala tipes

Beberapa Ciri-Ciri Tipes

Biasanya gejala tipes ini akan terus berkembang setiap minggunya dengan disertai beberapa ciri-ciri gejala tipes seperti berikut.

Baca Juga:  Penyebab Penyakit Herpes Pada Umumnya

Ciri-ciri tipes minggu pertama

  1. Awalnya demam tidak terlalu tinggi tetapi akan terus meningkat pada malam harinya menjadi sekitar 39 derajat sampai 40 derajat. Tetapi di minggu pertama ini juga demam dapat mengalami kenaikan maupun penurunan, tidak serta merta kenaikan saja.
  2. Sering sakit kepala
  3. Lemas dan lelah
  4. Batuk kering
  5. Mimisan

Ciri-ciri tipes minggu kedua

  1. Demam tinggi masih berlanjut dan cenderung memburuk pada daerah perut dan juga dada
  2. Sakit perut
  3. Diare atau sembelit parah
  4. Perut sangat kembung
  5. Tinja umumnya akan berwarna hijau
  6. Mengigau

virus bakteriCiri-ciri tipes pada minggu ketiga

Biasanya pada minggu ketiga ini temperature tubuh akan menurun, tetapi jika tidak segera ditangani maka kemungkinan untuk terjadi komplikasi akan muncul seperti pendarahan pada usus atau pecahnya usus

Nah itulah beberapa ciri-ciri untuk penderita yang sudah terserang penyakit tipes. Baik itu ciri-ciri tipes pada anak ataupun pada orang dewasa hampir sama. Namun akan lebih baik jika Anda segera memeriksakannya ke dokter dengan penanganan yang tepat.

Biasanya jika Anda sudah memeriksakannya dokter maka dokter akan menyuruh untuk pemeriksaan widal terlebih dahulu. Pemeriksaan ini merupakan uji serologi untuk mendeteksi keberadaan bakteri salmonella untuk menentukan diagnosisnya.

Selain tes widal, ada juga tes lain yang lebih tepat untuk penanganan penyakit tipes ini yang lebih cepat dan juga lebih akurat dalam mendeteksi tipes yaitu tes tubex. Tes ini merupakan tes imunologi yang dapat mendeteksi tipes dengan menggunakan partikel berwarna untuk meningkatkan sensivitasnya.

Pengobatan Gejala Tipes Pada Orang Dewasa

Penyakit tipes ini tentu harus segera diobati dan ditangani dengan benar karena dapat menyebabkan penyakit yang lebih parah lagi seperti komplikasi.

Oleh sebab itu dengan diagnosis dokter terkait dengan dilakukannya tes serologi dan tes imunologi ini dapat membantu dalam pengobatannya. Pengobatan yang tepat untuk gejala tipes ringan maupun berat ini dilakukan dengan terapi antibiotic.

Terapi antibiotic ini merupakan terapi yang paling efektif dalam menangai tipes. Seperti yang kita ketahui bahwa antibiotic ini mempunyai banyak sekali jenis dan golongannya. Terdapat kurang lebih 13 golongan antibiotic, dan penggunaannya pasti berbeda untuk setiap jenis bakteri, jamur, atau parasite.

Antibiotic juga mempunyai sistem kerja yang berbeda seperti menghambat sintesis dinding sel seperti misalnya antibiotic penisilin, sefalosforin yang mempunyai 5 generasi obat, karbapenem, dan polipeptida, kemudian antibiotic yang bekerja dengan menghambat sintesis dinding protein seperti misalnya antibiotikmakrolid, klindamisin, dan kloramfenikol yang dapat menghambat 50 unit protein.

antibiotik

Ada juga antibiotic aminoglikosida dan tetrasiklin yang dapat menghambat 30 unit protein, dan cara kerja antibiotic yang dapat menghambat sintesis asam nukleat adalah antibiotic kuinolon yang dapat menghambat DNA girase, sulfonamide dan trimetorpin yang dapat menghambat sintesis folat, dan metronidazole dan nitrofurantion yang dapat membuat radikal bebas.

Baca Juga:  Informasi Lengkap Tentang Obat Lansoprazole

Selain itu juga masih banyak lagi antibiotic lainnya baik spectrum luas dan sempit yang harus di cek terlebih dahulu kepada pasien terkait alergi atau tidaknya. Oleh sebab itu pemilihan antibiotic ini juga harus tepat agar terhindar dari resistensi.

Dimana resistensi sendiri dapat terjadi ketika salah dalam penggunaan antibiotic yang menyebabkan bakteri atau virus tersebut akan kebal terhadap antibiotic, sehingga jika terinfeksi bakteri yang sudah resistensi maka akan sulit untuk diobati dengan antibiotic.

Dalam menentukan antibiotic yang tepat untuk pasien yang menderita penyakit tipes adalah dengan sampel darah, urin, dan tinjan yang diperiksa di laboratorium. Pengobatan penyakit tipes ini dapat dilakukan dimana saja baik itu di rumah sakit, tetapi jika masih gejala tipes ringan Anda juga bisa melakukan perawatan di rumah.

Jika Anda melakukan perawatan di rumah sakit, antibiotic yang diberikan biasanya berupa suntikan. Selain itu jika diperlukan akan diberikan asupan cairan dan nutrisi melalui infus.

infus

Infus ketika di rumah sakit akan terus diberikan jika diiringi terus menerus muntah, diare, dan perut kembung. Infus ini juga untuk mencegah dehidrasi akibat diare. Biasanya pasien yang terkena penyakit tipes ini akan dirawat di rumah sakit selama 3-5 hari sampai dengan tubuhnya benar-benar perlahan pulih.

Jika gejala tipes ringan dan ingin di rawat di rumah saja, maka pemberian antibiotic harus tetap dilakukan. Antibiotic biasanya akan terus diminum sampai dengan habis meskipun pasien sudah sembuh.

Biasanya sambil dengan menunggu hasil tes bakteri apa yang ada di dalam tubuh untuk diberikan antibiotic yang tepat, biasanya akan diberikan antibiotic spectrum luas yang dapat mencegah bakteri baik bakteri gram positif maupun bakteri gram negative.

Kemudian setelah hasil tes keluar barulah diberikan antibiotic yang tepat untuk bakteri tersebut. Anda juga bisa melakukan beberapa perawatan di rumah agar menjaga tubuh Anda tidak semakin memburuk, seperti:

  • Istirahat yang cukup
  • Minum banyak air putih
  • Makan teratur, Anda bisa makan dengan sering dengan porsi yang lebih sedikit dari porsi besar
  • Cuci tangan yang teratur dengan sabun dan air hangat untuk mengurangi resiko penyebaran infeksi

Selain dari pengobatan, penyakit tipes ini perlu adanya pencegahan. Salah satu cara untuk mencegahnya adalah dengan vaksinasi. Di Indonesia sendiri imunisasi untuk penyakit tipes ini sangat dianjurkan bagi anak-anak di usia dua tahun untuk nantinya diulang setiap tiga tahun sekali.

Baca Juga:  Penyebab Penyakit Sifilis Pada Manusia

Vaksinasi ini juga dilakukan ketika akan mengunjungi tempat yang merupakan endemic tipes. Biasanya ketika dilakukan vaksinasi tipes ada beberapa efek samping yang muncul seperti rasa sakit dan kemerahan, atau ada bengkak di sekeliling area suntikan, mual, pusing, diare, dan sakit perut.

hidup sehat

Pencegahan Gejala Sakit Tipes

Meskipun Anda sudah melakukan vaksinasi ini, penyakit tipes masih mungkin saja terjadi, namun tidak akan separah orang-orang yang belum melakukan vaksinasi. Oleh sebab itu, akan lebih baik untuk mengikuti vaksinasi ketika masih kecil sebab akan sangat membantu ketika mulai terserang berbagai penyakit.

Untuk mencegah terpaparnya penyakit tipes ini, maka akan lebih baik untuk menghindari resiko tertular bakteri, seperti:

  • Cuci tangan sebelum dan sesudah mengolah makan, minum, dan buang air atau membersihkan kotoran
  • Pastikan air yang akan diminum sudah bersih dan sudah direbus terlebih dahulu jika pergi ke tempat endemic tipes
  • Meminimalkan untuk membeli makanan yang dijual dipinggir jalan
  • Hindari es batu dalam minuman, dan hindari membeli dan mengonsumsi es krim pinggir jalan
  • Hindari konsumsi buah dan sayuran mentah kecuali telah di kupas dan di cuci sendiri dengan air bersih
  • Meminimalkan konsumsi makanan seafood yang belum dimasak
  • Sebaiknya menggunakan air yang matang untuk menggosok gigi setiap hari. Apalagi saat Anda sedang tidak berada di tempat yang kebersihannya tidak terjamin.
  • Bersihkan toilet secara rutin agar selalu bersih.
  • Hindari bertukar barang pribadi untuk mencegah terjadinya penularan terhadap anggota rumah yang lain.
  • Minum susu yang sudah dimasak secara matang

Itulah beberapa hal yang untuk mencegah terjadinya resiko terkena penyakit tipes. Karena penyakit tipes ini merupakan penyakit yang cukup berbahaya yang dapat menyebabkan komplikasi penyakit jika telat dalam penangannya.

Lebih baik mencegah daripada mengobati bukan? Oleh sebab itu ketika Anda masih sehat dan belum terkena berbagai penyakit menular, akan lebih baik jika Anda terus melakukan pencegahan agar tidak terkena penyakit.

Lakukan dengan hidup sehat, dengan begitu Anda dapat terhindar dari penyakit yang berbahaya ini karena dapat menyerang segala umur mulai dari anak-anak, remaja, dewasa, bahkan sampai orang tua.

(Visited 13 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *